Panwaslu Awasi Politik Uang Pada Masa Tenang Pemilu

KOMINFO, Sidoarjo - Enam ribu lebih anggota Panitia Pengawas Pemilu/Panwaslu Kabupaten Sidoarjo disiagakan mengawasi praktek politik uang pada masa tenang Pemilu 2019. Sabtu malam (13/4), mereka dikumpulkan Badan Pengawas Pemilu/Bawaslu Kabupaten Sidoarjo dalam “Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang Pada Masa Tenang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 di Stadion Jenggolo Sidoarjo.

kpu2jpeg.jpeg

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, S.H., M.Hum hadir  kegiatan tersebut. Selain itu juga hadir Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Kav.Arief Cahyo Widodo, Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo M. Zainal Abidin serta  Ketua Bawaslu Jawa Timur M. Amin.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan pesta demokrasi Pemilu sudah mendekati pencoblosan. Tanggal 17 April 2019, Pileg dan Pilpres digelar. Gawe besar nasional tersebut penting disukseskan. Masyarakat diharapkan berbobdong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara/TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Pasalnya satu suara akan menentukan arah pembangunan bangsa untuk lima tahun kedepan.

“Golput tidak baik, Golput sama saja tidak percaya pada dirinya sendiri, apalagi kepada orang lain,” ucapnya.

Dikatakannya tahapan kampanye peserta Pemilu sudah dilalui. Saat ini telah memasuki masa tenang Pemilu. Meski begitu tidak menutup kemungkinan terjadi pelanggaran. Bupati Sidoarjo meminta unsur utama pelaksana Pemilu merapatkan barisan mencegah aksi-aksi politik uang. H. Saiful Ilah juga meminta kepada anggota Panwaslu untuk ikut mengajak masyarakat datang ke TPS. Agar Pemilu 2019 berjalan dengan sukses.

 kpu3jpeg.jpeg

“Sahabat-sahabat saya yang menjadi Panwaslu, awasi jalannya Pemilu, terutama praktek politik uang, awasi, tapi kalian juga diharapkan dapat mengajak masyarakat kita untuk berbondon-bondong ke TPS memanfaatkan suaranya,” pesannya.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur M. Amin mengatakan seluruh peserta Pemilu dilarang melakukan kegiatan kampanye pada masa tenang Pemilu. Alat peraga kampanye seperti baliho maupun sepanduk akan ditertibkan mulai nanti malam pukul 24.00 atau memasuki hari Minggu tanggal 14 April. Namun fokus Bawaslu pada pengawasan politik uang atau money politic. Ujaran kebencian juga menjadi atensi jajarannya dalam melakukan tugasnya.

“Awasi prosesnya, jaga hasilnya, laporkan pelanggarannya,” pesannya kepada ribuan pengawas Pemilu TPS yang ikut apel patroli.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo Haidar Munjid mengatakan tanggal 14-16 April merupakan masa tenang Pemilu. Menurutnya fase tersebut merupakan fase krusial sebelum memasuki pemungutan dan penghitungan suara di tanggal 17 April besok. Fase tersebut akan menguji integritas Bawaslu maupun peserta Pemilu.

Haidar juga mengatakan masa tenang cenderung diwarnai dengan praktik kecurangan. Baik politik uang, propaganda isu SARA, maupun penyebaran berita bohong/Hoax. Dirinya mengatakan begitu karena melihat pengalaman Pemilu sebelumnya.

“Salah satu persoalan klasik lainnya yang sering kita hadapi disetiap persoalan Pemilu yaitu kecenderungan peserta Pemilu menggunakan segala cara untuk memenangkan konstestasi politik,termasuk melibatkan uang dalam jumlah yang tidak rasional,” ucapnya.

Dikatakannya politik uang jelas-jelas melecehkan kecerdasan pemilih serta merusak tatanan demokrasi. Untuk itu ia meminta seluruh jajaran Bawaslu dan pengawas Pemilu bersama-sama dengan masyarakat untuk menolak dan melawan politik uang. Hal tersebut demi Pemilu yang bersih, berintegritas dan bermartabat.

“Selain bertujuan membunyikan alarm kesiapan pengawas dalam melakukan pencegahan, gerakan patroli pengawasan ini dapat kita maknai sebagai gerakan etik dan moral yang bebasis pada keyakinan Bawaslu bahwa Indonesia sanggup mendemonstrasikan suatu keunggulan berdemokrasi berbasis karakter anak bangsa yang beradab, cinta perdamaian, menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan menghargai setiap perbedaan diantara sesama anak bangsa,” ujarnya. (sigit/kominfo)

Posted in "Berita"